Kebebasan Indonesia Sebagai Rahmat Allah  – Balai Kabar Mina

Oleh Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tercatat perkataan, “Atas oleh belas kasihan Allah Yang Maha Kuasa dengan bersama didorongkan oleh cita-cita asik, biar berkehidupan kebangsaan yg percuma, maka wargaIndonesia menyatakan lagi ini kemerdekaannya.”

Rahmat Allah Yang Maha Kuasa itulah cakap kunci bersama cerita penting diraihnya keleluasaan dinasti Indonesia, menemui coplok pada, tali penjajahan.

Rahmat secara cakap yakni lezat, derma, kebolehan, iba sayang, pahala.

Salman Syarifuddin Al-Hafidz,MA dalam “Terminologi Rahmat Dalam Al-Quran” mengungkapkan, empat asal sejak akar ocehan rahima-yarhamu-rahmat. Di dalam berbagai-bagai bentuknya, ocehan ini terulang sebanyak 338 batang air di batin (hati) Al-Quran.

Ibnu Faris berarti (maksud) Al-Maqyis menyebutkan maka kicau yg terdiri dari alfabet ra, ha, dan mim, pada dasarnya memilih kepada definisi menghaluskan hati, iba, lagi adab.
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US
Al-Asfahani dalam Mufradhat Gharib Al-Qur’an menyebutkan bahwa patos merupakan rahman yang mengharuskan kebaikan kepada yg dirahmati.

Maka, patos Allah bukan lain yaitu bajik lalu iba suka, semata-mata pada, Allah.

Rahmat Allah benar-benar primersetiap manusia. Karena itu, ini tidak boleh terputus dan jika sesaat juga. Sebab, andai belas kasihan Allah terputus, dan sampai-sampai semua alun-alun ini mau hancur. Dan Bila tak karena rahmat Allah jua, dan sampai-sampai seluruh makhluk pada globe kendatipun di akhirat bakal labas.

Allah menyebutka pada berarti (maksud) butir:

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ -١٤–

Artinya: “Dan jika tidak lantaran kemampuan Allah bersama rahmat-Nya kepadamu pada dunia dengan pada akhirat, niscaya engkau ditimpa azab yang berpengaruh, disebabkan oleh percakapan kamu tentang babak itu (pemberitahuan bual itu).” (Q.S. An-Nur [24]: 14).

Demikian halnya, patos Allah berupa kebebasan marga ini pada, cengkeraman penjajahan. Bagaimana yang sebelumnya serba terjajah, cantik badan, material walaupun wilayah. Kini dapat merdeka lagi Kuasa-Nya.

Diharapkan, selepas itu diisi dan pendirian sinkron kekuatan-Nya, yang telah menaruh kemerdekaan itu. Sehingga menemui sebagai distrik yang cantik, penuh berkah serta maaf Allah.

…..بَلۡدَةٌ۬ طَيِّبَةٌ۬ وَرَبٌّ غَفُورٌ۬

Artinya: “….. area yg bagus lagi [Tuhanmu] merupakan Tuhan Yang Maha Pengampun”. (Q.S. Saba [34]: 15).

Namun pasal tersebut masih berlanjut, bila kufur, mengingkari semua patos, kebolehan Allah, maka yang hendak tepat merupakan tamparan, musibah justru azab pada, Allah.

 فَأَعۡرَضُواْ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡہِمۡ سَيۡلَ ٱلۡعَرِمِ وَبَدَّلۡنَـٰهُم بِجَنَّتَيۡہِمۡ جَنَّتَيۡنِ ذَوَاتَىۡ أُڪُلٍ خَمۡطٍ۬ وَأَثۡلٍ۬ وَشَىۡءٍ۬ مِّن سِدۡرٍ۬ قَلِيلٍ۬ (١٦) ذَٲلِكَ جَزَيۡنَـٰهُم بِمَا كَفَرُواْۖ وَهَلۡ نُجَـٰزِىٓ إِلَّا ٱلۡكَفُورَ (١٧)

Artinya: “Tetapi mereka berpaling, dan sampai-sampai Kami datangkan pada mereka melimpah yg kuat dengan Kami pindah kedua kebun mereka bersama dua kebun yang ditumbuhi [pohon-pohon] yang berbuah pahit, pohon Atsl lagi sedikit berawal pohon Sidr. (16) Demikianlah Kami membagi reaksi kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tak merobohkan azab [yang serupa itu itu], tapi saja kepada sendiri-diri yg benar-benar kafir.” (17). (Q.S. Saba [34]: 16-17).

Rahmat keleluasaan yang diperoleh sang para pejuang kebebasan Indonesia, lalu pekikan takbir “Allahu Akbar”. Para kyai, ustadz, dedengkot Islam, lagi rakyat Muslim sejak bermula perkotaan hingga daerah terpencil pedesaan sudah berjuang mendepak kolonialis.

Mereka mampu bengkalai marga, doku harta dengan daya suai menetap lagi kesibukan baru saja tercapainya keleluasaan, serta terpenuhinya kepunyaan-hak asasi insan.

Terwakili batin (hati) jeritan Bung Tomo, yang mengobarkan dinamika Jihad para pembebas batin (hati) bentrokan senjata 10 November 1945 di Surabaya kala itu.

Di celah kicau-pungkasnya yang terkenal artinya:

“Dan saya yakin sobat-kawan!Pada kemudian pastilah kesuksesan akan jatuh ke tangan saya,Sebab Allah selalu berada pada golongan yg benar.Percayalah sobat-kawan.Tuhan mau mengamankan kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!Merdeka!!!

Tentang belas kasihan Allah berupa kebebasan ini, berdasarkan ulama pejuang M. Natsir, maka ajaran Islamlah yang menyebabkan desakan-desakan untuk merdeka.

Menurutnya, pada hakikatnya, asas Islam itu adalah suatu revolusi, yaitu revolusi dalam menghapuskan beserta menentang tiap-tiap eksploitasi. Apakah eksploitasi itu bernama, kapitalisme, imperialism, penjajahan komunisme alias fasisme.

Demikianlah dinamika kebebasan yang berdiam dengan dibakar dalam kepala rombongan Muslimin pada Indonesia. Semenjak bertahun-tahun, gerak itu menjadi cerita kekuatan kerabat lalu dinamika itu pulalah yang menghebat bersama mengapit dinasti memproklamasikan kebebasan Republik Indonesia, dalam tahun 1945.

Prof Buya Hamka memasukkan, bukan entah tauhid dilepaskan dalam perjuangan suatu kerabat. Sebab asal mula utama renungan Islam ialah ganda perkataan syahadat.

Menurutnya, dampak dua wacana syahadat itu untuk kehidupan Islam, sungguh-sungguh berkuasa lagi betul-betuljauh. Karena kalimat itu, tidaklah ada yang mereka sembah, tapi Allah. Tidak ada aturan yg mereka akui, atau undang-undang yang mereka junjung tinggi, tetapi peraturan lalu konstitusi pada, Allah.

Cara utama mengisi kebebasan sebagai wujud mensyukuri empat Allah ialah bersama membikin iman lalu takwa batin (hati) aktivitas sehari-hari. Sebab bersama iman lagi takwa itulah hendak terlaksana barokah, semua derma lagi ketenteraman kapita raga, globe akhirat.

Allah memperingatkan di berisi bab-Nya:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا ڪَانُواْ يَكۡسِبُونَ

Artinya: “Jikalau andai rakyat daerah-kawasan beriktikad dengan bertakwa, pastilah Kami hendak melimpahkan kepada mereka berkah pada, cakrawala dengan dunia, tetapi mereka mendustakan [ayat-pasal Kami] itu, dan sampai-sampai Kami aniaya mereka disebabkan perbuatannya.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 96).

Semoga saya mampu mempertahankan, melindungi dengan menaikkan iman bersama takwa selaku sangka syukut bersama-sama 71 musim kelonggaran Indonesia. Allahu Akbar! Merdeka!! (P4/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)