Upaya Mencapai Belas Kasihan Allah Swt

 UPAYA MERAI KASIH SAYANG ALLAH SWT

Penjabaran pada, istilah empat berarti (maksud) ayat Az-Zumar 53 yg berbunyi:

 قُلْ يَا عِبَادِيَالَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِاللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yg malampaui batas terhadapdiri mereka perseorangan, janganlah kamu berputus asa bermula patos Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan-dosa seluruh. Sesungguhnya DialahYang Maha Pengampun beserta Maha Penyayang.Bahwasannya saya seluruh tidak bolehsadar bubar harapan degan rahmatAllah swt. Bagaimana kita bakal kandas asa jikalau kita perseorangan tidakmemahami patos itu orang. Oleh karena itulah tajuk ajakan bengawan iniakan lebih berjibun membicarakan bagian tadi. Sebuah sandiwara yang berdasarkan dalam hadist Rasulullah saw pada, ceritaMalaikat Jibril “sungguh lampau pernah ada seorang hamba (‘abid) yangtinggal seorang pribadi pada sebuah gunung amat mahal pada globe. Begitutingginya gunung itu, sehingga kami (jibril) ada kalanya melaluinya ketikahendak anjlok berawal cakrawala memadankan komando pada, Yang Maha Kuasa.
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US
Gunungitu tak seperti itu luas, tapi layak utuh perlengkapan informasi makanandan akibat-buahan jua air terjun yg mendinginkan. Hal itu mempermudah‘abid menjaga kandungan mulai kekosongan dengan memudahkannya berwudhu sehingaia selalu berisi keadaan udara kudus.Di bersama-sama gunung yang betul-betulmenawan itu, ‘abid bermukim selama 5 ratustahun. Ia bukan hak kegiatan, selain beribadah, bermunajat, danberdo’a, tak sempat terlintas dibenaknya jatah bertindak salah danmendurhkai-Nya. Salah satu do’a yg dikabulkan Allah swt adalahpermohonannya setiap detikbalik asal dalam situasi sujud. Demikianlah,sehingga ‘abid tewas bumi batin (hati) usia limaratus musim.Setelah kematiannya Allah swt berkata kepadanya ‘duhai hambaku karenarahmat-Ku, engkau bakal segera aku masukkan ke berarti (maksud) nirwana’.

 Mendengarpernyataan tadi si ‘abid berubah mukanya, terkesan tak terima.Karena sira sadar maka dedikasi-ibadahnnya saat lima ratus tahun tanpadosa lah yang menyebabkannya cukup masuk ke nirwana. Bukan semata karenarahmat-Nya. Demikian protes ‘abid kepada Allah swt.Mafhum apa yg dimaksud oleh si ’abid. Maka segeralah Allahmenugaskan seorang malaikat jatah membilang dan menimbang seluruhamal-ibadahnya selagi lima ratus tahun tanpa salah yang diandalkannyasebagai aktiva petik sorga. Kemudian ditimbangnya dedikasi tersebutdibandingkan dengan belas kasihan hibah-Nya. Ternyata rahmat Allah swt yangdiberikan kepada ‘abid yg terdapat berisi mata (terdaftar di dalamnyakemampuan memeriksa) cuma jauh lebih mengarah nilainya dibandingkan denganibadahnya mumpung lima ratus tahun. Belum nikmat bagian pribadi yg lain,otak, kaki, tangan, beserta berikutnya.Maka sinkron lagi unjuk rasa yg diajukannya, Allahpun memerintahkanmalaikat jatah menarik si ‘abid ke berbobot neraka. Karena nilaiamal-ibadahnya jauh lebih dangkal pada, pada rahmat yang terdapat padamata. Ketika itulah si ‘abid baru waras ternyata kebergantungannya padaamal tidak menemui menyelamatkannya. Segera beliau membujuk pembebasan danmengakui mau semua maksiat dengan kesombongannya. Ia terlalumengandalkan dedikasi ibadahanya lagi mengacuhkan rahmat-Nya. Akhirnya Allah mengampuninya lalu sekali bersama menanyakan kepada si‘abid “apakah kamu terkabul nirwana ini lantaran amalmu?’ si ‘abid menghadapi“tak setuju Allah Tuhanku, sungguh ini semua karena patos-Mu”.Jama’ah Jum’ah RahimakumullahCerita pada atas membuktikan bagaimana hidup insan ini sungguh-sungguh tergantungpada belas kasihan Allah swt seumpama pengatur area jagad raya. Ia-lah yangmenentukan segenap. Ia berhak melangsungkan apapun pada makhluk-Nya.Sebagai Sang Pencipta, selaku Sang Maha Kuasa, Dia percuma membebani danmengganjar siapa saja yang Ia akan. Tidak ada yg memperoleh membatasigerak-Nya. Ketundukan maupun jahat kita kepada-Nya tidaklah mampumenggeser kekuasaannya walau sedikitpun. Oleh karena itulah beralamat semuamakhluk ini dalam-dalam bergantung paa rahmatnya, tak padakesalehan kebajikan ibadah saya.Oleh lantaran itulah kita diajari sebuah do’a yang betul-betulmasyhur:

ارحمنا ياالله لان رحمتك أرجى لنا من جميع أعمالنا, واغفر لنا ياالله لان مغفرتك اوسع من ذنوبنا

Irhamna akur Allah, lianna rahmataka arja lana min jami’i a’mlina.Waghfir lana oke Allah, lianna maghfiratakan ausa’u lana min dzunubina.Ya Allah kasihanilah aku, lantaran belas kasihan-Mu lebih awak harapkandari dalam semua kebajikan awak. Dan ampunilah kami, lantaran pengampuanan-Mulebih belantara dari dalam maksiat-kesalahan awak.  Begitulah supaya, manusia sebagai hamba yang payah tidakdibenarkan luar biasa sadar tenang bersama darmabakti ibadah yg sudah kitakerjakan. Lantaran bidang itu tidak serta merta memperoleh memelihara dirikita. Lantaran kepuasan dan pertolongan itu terkandung dalamrahmat-Nya.Dengan cakap lain, sungguh merugi andaikata insan menganggap sejahtera dengantumpukan bersama penghitungan dedikasi yang telah dilakukannya, dan harapanamal-ibadah itu akan menyelamatkannya bermula bara neraka. Sebuah kisahmasyhur dari buku Nashaihul Ibad gubahan Syaikh Nawawial-Bantani dekat-dekat al-Ghazali. Diceritakan maka Imam Ghazali tampakdalam mimpi, maka dia ditanya “apa pun yang Allah lakukan kepadamu?” lalu iamenjawab “Allah membiarkanku di untuk-Nya, sehingga Allah mengatakan,Kenapa Engkau dihadapkan kepada-Ku, apa pun yg engkau dukung? Maka beta(al-Ghazali) mengungkapkan segala dedikasi-ibadahku. Tapi Allah menimpali“sebetulnya Aku bukan tunduk seluruh kebajikan-ibadahmu, selain satu amalpada suatau hari waktu kamu bengkalai sesekor lalat hinggap pada atastintamu lagi meminum tinta itu sejak penghujung penamu, serta engkaumembiarkannya karena simpati kepada lalat itu”. Kemudia Allah mengatakan“wahai malaikat, bawalah hambaku ini ke surga ”.Fragmen Al-Ghazali ini memperlihatkan kepada kita bahwa posisi rahmatAllah itu betul-betulrahasia. Ia sanggup terdapat bentangan amal kita yangtidak saya ketahui persisnya. Beratus-ratus kitabdesain al-Ghazali,berabad-abad ibadahnya, tapi rahmatnya justru terdapat pada tinta padaujung penanya? Bukankah secara akal ratusan desain itu lebih bernilai?Tidak begitu. Rahmat-Nya bukan menemui dikalkulasi, diprediksi dandiperinci lantaran rahmat itu merupakan kepunyaan prerogatif kepunyaan-Nya.Ma’asyiral Muslimin RahimakumullahOleh karena itulah tidak dibenarkan untuk sayamenghakimi rendahsebuah dedikasi ibadah. Walaupun itu hanya menghindarkan duri sejak tengahjalan. Karena sanggup belaka kebajikan itu yang dirahmati Allah swt. Kita tidakboleh meremehkan kebajikan walau sekecil apapun siapa mengerti itulah yg akanmenyelamatkan gaya di akhirat kelak Bukankah Sayyidina Umar diterima surgakarena sekedar memelihara burung emprit yang dibelinya dari seoranganak mungil yang membebani burung itu? karangan ini sehingga diabadikandengan julukan buku úsfuriyah. Begitu padahal. Kita tidakdibenarkan jua melagakkan dedikasi ibadah walau sebanyak apapun amaltersebut. Lantaran belum tentu amal itu mengandung empat-Nya.Jama’ah Jum’ah yg Disayangi AllahDalam konteks kekinian rahmat Allah memperoleh melulu berada dalam darmabakti yangsungguh sepele. Mungkin melulu empat itu terletak dalam pribadi anak-anakjalanan yg mengulurkan tangan ke kepada kita, ataupun pada berisi diripengamen yg melantunkan nyanyian santuni tidak jelas suara beserta nadanya. Danjuga entah terlalu belas kasihan itu terletak berarti (maksud) darmabakti kita berarti (maksud) memberiselembar kertas terbitan seperti bakat shalat jum’at. wal hasil sekecilapapaun darmabakti itu bukan boleh kita sepelekan.Hal ini tentunya hendak mengajak saya memandang fenomena akan lebih jaga-jaga beserta tidak mudah syu’ud dhann.Janganlah saya gampang buruk rasa dengan memandang remeh kepada pekerjaanorang lain. Tukang sayur yang mangkal setiap pagi, tukang loper terbitan,tukang ojek bersama tukang-tukang lain yg ada kalanya saya rasakan jasanyatanpa kita kenal profilenya lagi akrab, kian tak jarang kita jadikankambing hitam, barangkali perbuatan merekalah yang mengandung rahmatAllah swt dibandingkan kegiatan kita.Akhirul pena, bahwasannya insan tak boleh berputus asauntuk lalu memburu empat Allah, karena bahwasanya rahmat itu amatluasnya, hanya biasa manusia bukan tahu hikmah dibalik itusemua.Demikianlah ajakan jum’ah batang air ini semoga meminta melimpah man’faat.Minimal andal pada sendiri kita biar tidak mudah memandang remeh padaamal-dedikasi mungil lagi juga kebajikan-darmabakti diri lain.

هدانا الله واياكم أجمعين, أقول قول هذا وأستغفر الله العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم